Tanggamus | Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa kelas 10 yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya di SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus kini resmi masuk dalam penyelidikan kepolisian. Korban sudah membuat laporan polisi dengan didampingi oleh kakak kandungnya.
Polsek Wonosobo, Kabupaten Tanggamus memastikan laporan yang dibuat korban telah ditindaklanjuti dan akan segera memeriksa saksi-saksi termasuk pihak terkait atau pihak sekolah.
Saat dikonfirmasi oleh media pada Jum’at 17 April 2026 Penyidik Polsek Wonosobo BRIBDA Chandra Setiawan membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan siswa SMK bumi Nusantara Wonosobo. Laporan sudah diterima dan masih dalam proses penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk perkembangan kasus selanjutnya nanti akan disampaikan melalui SP2HP, mengumpulkan keterangan-keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut jelas Chandra.”
Terpisah orang tua/ wali korban menyampaikan ke media. saat dikonfirmasi telah membenarkan anaknya melakukan laporan resmi dugaan pengeroyokan dan langsung mendatangi Kantor Polsek Wonosobo dengan tujuan mencari perlindungan hukum bagi korban .
Korban didampingi langsung oleh kakak kandung untuk membuat laporan polisi. Menurut orang tua korban, sejak terjadinya pengeroyokan yang terjadi di lapangan parkiraan SMK Bumi Nusantara Wonosobo pada Rabu 15 April 2026 korban ” AKR” merasa ketakutan dan sudah tidak mau sekolah. Ini jelas merugikan anak kami.
Menurut keterangan kekerasan terjadi saat korban hendak pulang sekolah. saat itu korban “AKR” dalam persiapan pulang sekolah masih bercanda dengan temen- temannya di area parkiran lapangan sekolah. Namun ada seseorang yang diduga kakak kelasnya menatap korban dengan ucapan atau pertanyaan “apa, “. Lalu di jawab oleh korban dengan dengan kalimat “Lha kenapa “? Oleh korban.
Namun tiba-tiba pelaku langsung melakukan pemukulan secara bertubi-tubi ke arah muka korban tanpa tau sebabnya. Koban sempat menghindar, namun secara tiba-tiba ada yang diduga teman pelaku pemukulan pertama ikut langsung memukul korban secara bertubi-tubi. Korban tidak melawan dan berusaha menghindar dari pelaku pemukulan pertama dan kedua. namun masih dikejar dengan menendang motor yang hendak dikendarai korban, serta berusaha meninggalkan tempat dengan temannya. Bahkan masih di kejar sampai dekat gerbang oleh yang lain dan sempat di tegur oleh satpam sekolah. Sampai akhir nya dia lolos sampai rumah. Kejadian saksikan oleh banyak siswa yang lain karena memng menjelang pulang sekolah.
Dengan kejadian itu Korban sempat mengalami luka memar di muka, bibir, dan gigi/ gusi sampai mengeluarkan darah. Sampai kerumah korban langsung mengadukan ke orang tua dan korban langsung di antarkan visum ke puskesmas dan langsung melaporkan kepihak kepolisian ya itu Polsek Wonosobo di temani kakak korban.”
Dengan kejadian itu korban dan wali murid berharap mendapatkan perlindungan secara hukum dan kasusnya di tangani dengan profesional agar tidak terjadi kekerasan serupa baik kepada korban dan kepada yang lainnya.” imbuhnya.
Permasalahan kekerasan dilingkungan pendidikan, bullying, perundungan memng masih kerap terjadi dan menjadi sorotan publik, bahkan sampai nasional. Ini agar jadi perhatian masyarakat lainnya. (RS/Red*)












