BNN Kota Malang Berikan Penyuluhan P4GN kepada Peserta Diklat UKM German UM

Malang | 11 April 2026 – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang memberikan penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada puluhan mahasiswa peserta Diklat UKM Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba (GERMAN) Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini berlangsung di lantai 3 Gedung Sekretariat Ormawa mulai pukul 10.45 hingga 12.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, BNN Kota Malang menyoroti bahwa kasus penyalahgunaan narkoba saat ini menunjukkan dinamika yang semakin kompleks. Berbagai zat adiktif yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar berpotensi disalahgunakan, bahkan melalui media seperti rokok dan vape yang dapat dimodifikasi untuk konsumsi zat terlarang. Meski prevalensi penyalahgunaan narkoba sempat mengalami penurunan, tren terbaru menunjukkan adanya peningkatan kembali yang perlu menjadi perhatian bersama.

Lebih lanjut disampaikan bahwa upaya P4GN tidak hanya menjadi tanggung jawab BNN semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Rendahnya kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Penyuluhan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman komprehensif mengenai bahaya narkoba, termasuk jenis-jenisnya serta dampak yang ditimbulkan. Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat terbentuk sikap dan komitmen mahasiswa sebagai generasi anti narkoba.

Salah satu peserta diklat, Hikmah Qotrunnada, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya NAPZA, jenis-jenisnya, serta cara pencegahannya melalui materi yang disampaikan oleh BNN Kota Malang.

“Penyampaian materi sangat jelas dan mudah dimengerti, serta sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran saya untuk berperan aktif dalam pencegahan NAPZA. Selain itu, saya juga mendapatkan wawasan mengenai UKM German beserta program kerjanya yang menarik,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan agar semakin banyak mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap bahaya narkoba.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Penulis: Putri Dwi Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *