Pohon Kering di Jalan Toga Lumajang Mengancam Warung Warga, Respons DLH Dinanti

​LUMAJANG | Keselamatan pemilik usaha dan pengunjung warung di kawasan Jalan Toga, Kelurahan Kepuharjo Kecamatan Lumajang, tepatnya di belakang RS Wijaya Kusuma, kini dalam ancaman. Sebuah pohon besar yang merindangi Warung Bunda EL dilaporkan dalam kondisi kering dan rawan tumbang, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari instansi terkait.

​Kondisi pohon yang sudah menua dan mengering tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Berdasarkan keterangan pemilik warung, beberapa dahan yang patah sebelumnya telah merusak bagian atap (genteng), yang menyebabkan warung mengalami kebocoran parah saat hujan turun.

​Surat Permohonan Belum Terealisasi
​Pihak Warung Bunda EL menyatakan telah mengikuti prosedur dengan melayangkan surat permohonan pemotongan pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pihak yang berwenang.

Meski pihak DLH dikabarkan telah memberikan respons awal terhadap pengajuan tersebut, namun tindak lanjut pemotongan di lapangan masih nihil.

​”Kami tidak berani memotong sendiri karena pohon di pinggir jalan ini adalah wewenang pemerintah. Tapi kalau dibiarkan, ini sangat membahayakan keselamatan kami dan bangunan warung,” ujar Bunda EL.

​Urgensi Keselamatan Publik
​Keberadaan pohon kering di area publik, terlebih yang berdekatan dengan tempat usaha dan fasilitas olahraga (lapangan futsal), seharusnya menjadi prioritas penanganan untuk mencegah kerugian material maupun korban jiwa.

​Warga berharap pihak DLH segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pemangkasan atau penebangan pohon tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengingat cuaca yang tidak menentu, langkah preventif dari dinas terkait sangat dinantikan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat di sepanjang Jalan Toga. ( RH )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *