Bangka Barat | 04 Mei 2026 – Penutuk, Kec. Lepar Pongok,Kab, Bangka Selatan,Ketegangan terjadi antara pihak keluarga oknum Kepala Desa (Kades) di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, dengan seorang wartawan lokal. Hal ini menyusul adanya pesan singkat melalui platform WhatsApp yang bernada ancaman dan tuduhan fitnah terhadap karya jurnalistik yang dipublikasikan.
Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, oknum yang diduga istri Kades tersebut melontarkan kalimat pedas dan menuding wartawan telah menyebarkan berita bohong. Tidak hanya itu, ia juga menyinggung masalah ekonomi dengan menyebutkan bahwa mencari nafkah haruslah dengan cara yang halal.04/05/2026
“Manusia mana yang tidak marah kalau kalian buat macam itu. Kami tidak pernah mengusik hidup kalian, mengapa kalian mengusik hidup kami. Kalau mau uang, kerjalah yang halal,” tulis
Dalam chat.
Selain menuduh fitnah, oknum tersebut juga menunjukkan sikap keberatan jika suaminya (Pak Kades) berurusan atau pergi sendiri bertemu dengan pihak wartawan. Ia mengklaim bahwa tindakan wartawan tersebut sudah
“semakin menjadi-jadi” meski sebelumnya sempat tidak direspon oleh pihak keluarga Kades.
Menanggapi hal tersebut, wartawan yang bersangkutan mencoba memberikan klarifikasi secara tenang. Ia mempertanyakan alasan kemarahan tersebut jika memang berita yang disampaikan dianggap sebagai fitnah.
“Seandainya itu fitnah, mengapa harus marah-marah Bu Kades. Slow respon saja, jangan menunjukkan apresiasi yang tidak mengenakkan, atau diduga Bu Kades ini ikut-ikutan membela yang tidak baik jika semua benar adanya,” balas wartawan tersebut dalam percakapan singkat itu.
Hingga berita ini diturunkan,
tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak Kepala Desa Penutuk untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai dugaan intimidasi dan tuduhan fitnah yang dilontarkan oleh pihak keluarganya.
Kasus ini menambah daftar panjang tantangan wartawan di daerah dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, di mana seringkali menghadapi resistensi dari pihak-pihak yang merasa terganggu oleh pemberitaan.













