Mjktv.com
SEMARANG – Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (FLPMK) Kecamatan Banyumanik bersama masyarakat sukses melaksanakan Cinta Sungai dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2025, pada Minggu (10/8/2025) di Sungai Kali Jaten, yang bermuara di Waduk Undip, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta, terdiri dari perwakilan LPMK dari 11 kelurahan, anggota FLPMK Kecamatan Banyumanik, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP), perangkat kelurahan, serta warga sekitar.
Sejak pukul 06.30 WIB, peserta tampak antusias membawa perlengkapan kerja bakti seperti cangkul, karung sampah, dan alat pengeruk lumpur. Bersama-sama, mereka membersihkan aliran sungai dari sampah plastik, ranting pohon, dan endapan lumpur yang menghambat kelancaran air. Dalam kegiatan ini terkumpul sampah sebanyak 26 Crashbag, dengan berat 348,19 Kg.
Ketua FLPMK Kecamatan Banyumanik, Prof. Dr. Ir. Mursid Raharjo, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh pihak.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Sungai menjadi lebih bersih, dan yang terpenting adalah kesadaran kolektif warga untuk menjaga kelestarian sungai semakin tumbuh,” ujarnya.
Apel kegiatan dipimpin Rusiyana, SM, sekaligus membacakan sambutan mewakilil Camat Banyumanik, Eka Kriswati, SH, MM,
“bahwa gerakan gotong royong semacam ini harus terus dipupuk.
Gotong royong adalah modal sosial yang luar biasa. Kita melihat sinergi nyata antara warga, mahasiswa, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya.
Turut hadir Prof. Dr. Ir. Sriyana, MT, Dosen Teknik Sipil UNDIP, yang mendorong agar gerakan peduli sungai dijadikan program berkelanjutan, sehingga dampaknya terasa sepanjang tahun.
Hasil kerja bakti kali ini cukup signifikan. Puluhan karung sampah berhasil diangkut, aliran sungai kembali lancar, dan bantaran sungai tampak lebih tertata. Mahasiswa UNDIP juga memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai bahaya membuang sampah ke sungai serta pentingnya menjaga ekosistem air.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kelompok, menandai komitmen bersama seluruh peserta untuk terus menjaga kebersihan sungai.
Salah satu warga, Sulastri, menyampaikan rasa puasnya,
“Kalau sungai bersih, kita semua yang merasakan manfaatnya. Air mengalir lancar, udara segar, dan kesehatan lebih terjaga,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya Gerakan Cinta Sungai ini, Kecamatan Banyumanik kembali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang lahir dari semangat gotong royong seluruh lapisan masyarakat.
(Red)


